RAKYATKU.COM - Persib Bandung kemungkinan lolos dari sanksi degradasi karena dugaana aksi
walkout,
saat melawan Persija Jakarta, 3 November lalu. Hasil sidang Komisi
Disiplin (Komisi Disiplin) hanya menghukum Manajer Persib, Umuh Muchtar.
Umuh sendiri dihukum atas dugaan memprovokasi tim.
Sementara
Komdis tidak mengeluarkan keputusan tentang aksi walk-out Maung Bandung.
Namun, Umuh dihukum cukup berat. Yakni larangan beraktifitas sepakbola
di lingkungan PSSI selama 6 bulan dan denda Rp50 juta.
Sementara, pemain Persib, Vladimir Vujovic, disanksi larangan bermain sebanyak 5 kali dan denda Rp30 juta. Berikut
salinan lengkap sidang Komdis PSSI ke-26 pada 7 November lalu.
Sebelumnya
diketahui, Persib terancam sanksi karena meninggalkan pertandingan yang
sementara berlangsung saat dijamu Persija Jakarta. Berdasarkan regulasi
liga, Persib bisa dicoret dari peserta kompetisi. Hal ini mengacu pada
Regulasi Liga 1, Bab II tentang Peserta, Jadwal dan Sistem Kompetisi.
Dimana pada Pasal 13 Nomor 1 berbunyi sebagai berikut.
Setiap klub dapat dianggap dan dinyatakan mengundurkan diri dari Liga 1 apabila:
a. mengundurkan diri setelah dimulai Liga 1, atau;
b. menolak untuk melanjutkan pertandingan di Liga 1, atau;
c. meninggalkan lapangan atau stadion sebelum selesainya pertandingan yang dijalankan.
Sebelumnya
juga, Persib langsung merespon dugaan walk-out itu. Media Officer
Persib Bandung, Irfan Suryadireja, menegaskan, di laga itu tidak ada
perintah kepada pemain untuk mogok bertanding.
"Yang ada adalah
ketika Vlado dapat kartu merah. manajer menenangkan pemain untuk tidak
protes. Ketika pemain berkumpul, wasit langsung membunyikan peluit
tanda pertandingan selesai," beber Irfan beberapa waktu lalu kepada
Rakyatku.com.
Sumber